Review Tentang Bulan

Juli 16, 2017
Tentang Bulan adalah buku puisi kedua Kyota Hamzah. Buku pertamanya, Elang Merah terbit beberapa bulan sebelum buku ini. Menurutnya, Elang Merah dan Tentang Bulan masih merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan.

Sayang, saya belum membaca Elang Merah, jadi saya hanya akan mengomentari buku ini tanpa mengaitkannya dengan buku sebelumnya. Buku yang berjudul: Tentang Bulan. Sebuah judul yang indah sepertinya akan membuka gerbang keindahan. Namun, apakah akan sesuai harapan? Mari kita lihat isinya.

Memuat 64 puisi, saya terhenti pada halaman 22. Sebuah puisi berjudul Melupakan Bulan. Puisi ini mengisahkan tentang perenungan penyair terhadap dosa-dosa yang bertumpuk, "... sebanyak debu pasir", "... sebanyak lautan". Ada pengulangan kata  "Yaa.." dan "Shin..." yang jika digabung menjadi nama salah satu surah dalam Alquran. Surat Yaasin. Surat yang banyak memuat tentang renungan dosa dan kematian. Menarik menurut saya, ketika kemudian penulis menutup puisinya ini dengan memohon ampun kepada Tuhan.

Pada puisi Bajingan Merindukan Tuhan, kurang lebih sama. Tulisnya: Akulah sang bajingan/yang penuh noda dan debu/semua dosa telah aku jalani/dari ujung rambut hingga ujung kaki. Pengakuan dosa seperti ini mengingatkan saya pada syair terkenal yang seringkali dinisbatkan pada Abu Nuwas. Syair ataupun puisi menjadi mahkota bagi jalan panjang pertaubatan.

http://ift.tt/2v7GvKF

from Rafif Amir http://ift.tt/2uyzC8l
via Obat Penumbuh Rambut
Previous
Next Post »